Kisah Kebun Kaum Ansor
Sahabat Ibumin, ternyata Kaum Ansor juga pernah ditegur Rasulullah shalallahu alaihi wasallam lho karena bersikap kikir dengan hasil kebun yang mereka miliki.
Lumrah yah sikap khawatir untuk berbagi itu, kalangan sahabat saja pernah mengalaminya.
Beruntunglah kita sebagai umat muslim, karena Allah mengingatkan hal ini sebagai hal yang perlu dihindari. Sehingga kita tidak akan terkungkung oleh ketakutan untuk berbagi. Padahal Allah menjanjikan pahala karenanya.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَتَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَنِي عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ فَذَكَرَ الحَدِيْثَ إِلَى أَنْ قَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ كُنْتُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ إِذْ لَا تَعْبُدُونَ اللهَ، تَحْمِلُونَ الْكَلَّ، وَتَفْعَلُونَ فِي أَمْوَالِكُمْ الْمَعْرُوفَ، وَتَفْعَلُوْنَ إِلَى ابْنِ السَّبْيِلِ حَتَّى إِذَا مَنَّ اللهُ عَلَيْكُمْ بِالْإِسْلَامِ وَبِنَبِيِّهِ إِذَا أَنْتُمْ تُحْصِنُونَ أَمْوَالَكُمْ، فِيمَا يَأْكُلُ ابْنُ آدَمَ أَجْرٌ، وَفِيمَا يَأْكُلُ السَّبُعُ وَالطَّيْرُ أَجْرٌ قَالَ فَرَجَعَ القَوْمُ فَمَا مِنْهُمْ أَحَدٌ إِلَّا هَدَمَ مِنْ حَدِيْقَتِهِ ثَلَاثِينَ بَابًا رواه الحاكم وقال صحيح الإسناد وفيه النهي الواضح عن تحصين الحيطان والنخيل والكرم وغيرها من المحتاجين والجائعين أن يأكلوا منها
“Dari sahabat Jabir bin Abdillah ra, ia bercerita, ‘Rasulullah saw mendatangi Amr bin ‘Auf pada sebuah Rabu. Ia lalu menyebutkan hadits sampai Rasulullah bersabda, ‘Wahai sekalian masyarakat Ansor.’ ‘Kami wahai Rasulullah,’ jawab Ansor. ‘Kalian di masa Jahiliyah tidak menyembah Allah, tapi kalian menanggung beban berat, kalian berbuat baik dengan harta kalian, dan kalian membantu ibnu sabil sampai Allah menganugerahkan Islam dan nabi-Nya kepada kalian, tetapi tiba-tiba kalian memagari kebun kalian (karena kikir). Padahal buah yang dimakan anak Adam, binatang liar, dan burung (dari kebun kalian) bernilai pahala.’ Setiap orang Ansor kemudian pulang. Tidak ada satu pun dari mereka kecuali meruntuhkan 30 pintu kebun miliknya masing-masing.’” (HR Al-Hakim).
Posting Komentar untuk "Kisah Kebun Kaum Ansor"